
Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menjalin kerja sama dalam bidang tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) dengan Institut Pesantren Babakan (IPEBA) Cirebon. Kegiatan benchmarking sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini berlangsung di Gedung Pascasarjana IIQ An Nur Yogyakarta pada Senin (27/10/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor IIQ An Nur Yogyakarta Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., Wakil Rektor III Drs. H. Atmaturida, M.Pd., Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (M-PAI) Dr. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd., Sekretaris M-PAI Muchamad Mufid, M.Pd., Ketua Biro Humas dan Kerja Sama Braham Maya Baratullah, M.S.I., serta sejumlah kepala unit, lembaga, dan dosen. Sementara itu, rombongan IPEBA Cirebon dipimpin oleh Direktur Pascasarjana Dr. Abdul Hanan, M.A.
“Terima kasih kami sampaikan atas kesediaan bapak dan ibu hadir di kampus kami. Mohon maaf apabila penyambutan kami masih kurang berkenan di hati. Ini merupakan momen yang luar biasa karena baik IIQ An Nur Yogyakarta maupun IPEBA Cirebon sama-sama perguruan tinggi berbasis pesantren,” ucap Sihab dalam sambutannya.
Dr. Abdul Hanan, M.A., dalam sambutannya, juga mengucapkan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar IIQ An Nur Yogyakarta.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa. Semoga pertemuan ini menjadi langkah awal bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya di bidang tridarma perguruan tinggi,” ungkapnya.
Sebelum kegiatan utama, rombongan IPEBA Cirebon bersama Ketua Humas IIQ An Nur, Braham Maya Baratullah, M.S.I., terlebih dahulu sowan kepada KH. Yasin Nawawi, pengasuh Pondok Pesantren An Nur Ngrukem. Dalam tradisi pesantren, kunjungan semacam ini disebut uluk salam sebagai bentuk adab dan penghormatan. Kedua lembaga ini sama-sama berakar pada pesantren—IIQ An Nur Yogyakarta dari Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, sedangkan IPEBA Cirebon dari Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin—sehingga nilai-nilai akhlak pesantren tetap dijunjung tinggi.
Pada sesi audiensi, Atma memaparkan sejarah dan eksistensi IIQ An Nur Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa kampus ini merupakan perguruan tinggi berbasis pesantren pertama di Yogyakarta.
“IIQ An Nur didirikan agar para santri Pesantren An Nur yang telah lulus Aliyah, namun belum menyelesaikan hafalan al-Qur’annya, tetap bisa melanjutkan kuliah sambil mondok. Sebagai alumni Pondok An Nur tahun 60-an, ketika mendapat titah dari mbah yai, saya sami’na wa atha’na. Alhamdulillah, usaha kami tidak sia-sia. Kampus ini terus eksis hingga kini,” tutur Atma.
Sementara itu, Taufiq menjelaskan tata kelola akademik serta implementasi tridarma di lingkungan IIQ An Nur Yogyakarta, khususnya di Program Magister PAI.
“Kami masih terus berbenah. Di satu sisi, kami berupaya memenuhi target-target borang. Di sisi lain, kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan penelitian di Magister PAI,” ujarnya.
“Kegiatan benchmarking dan penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal sinergi antara IIQ An Nur Yogyakarta dan IPEBA Cirebon dalam memperkuat peran perguruan tinggi berbasis pesantren di Indonesia,” tambahnya.
Wakil Direktur Pascasarjana IPEBA Cirebon, Fairuz Ainun Naim, Lc., M.A., turut memaparkan perkembangan lembaganya. Ia menjelaskan bahwa sebelum berstatus institut, IPEBA Cirebon bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly (STAIMA).
“Persaingan kami dengan kampus-kampus di sekitar cukup ketat. Di satu desa saja, yakni Babakan, terdapat enam perguruan tinggi. Bahkan, ada kampus yang usianya lebih muda dari kami, tetapi kini sudah berstatus universitas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk terus berbenah, memperbaiki hal-hal yang masih kurang, serta mengembangkan aspek-aspek yang diperlukan agar IPEBA Cirebon dapat menjadi universitas di masa mendatang,” tutur Fairuz.
Menutup kegiatan, Taufiq menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan silaturahmi rombongan IPEBA Cirebon.
“Kehadiran panjenengan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan mengarahkan Program Magister PAI agar berkembang ke arah yang lebih baik. Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan panjenengan semua, dan mohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat kekurangan. Semoga silaturahmi ini menjadi sarana saling menguatkan demi kemajuan bersama,” ujar Taufiq.

